Jumat, 25 Februari 2011

Tips Berkunjung Ke Kelenteng




KOMPAS.com - Kemeriahan Imlek memang menggoda orang untuk berkunjung ke Kelenteng dan menyaksikan sendiri bagaimana etnis Tionghoa merayakan Imlek. Jika Anda termasuk salah satu yang berniat bertandang ke Kelenteng dan akan menjadi pengalaman pertama Anda, ada baiknya Anda mengikuti tips dari Asti Kleinsteuber. Ia adalah seorang penulis dan pemerhati budaya peninggalan. Baru-baru ini Asti meluncurkan buku "Kelenteng-kelenteng Kuno di Indonesia". 

Pakaian Asti menuturkan agar berusahalah untuk sopan dengan tidak mengenakan celana pendek atau baju tanpa lengan. Hal ini untuk menunjukkan penghormatan pada umat yang tengah bersembahyang. "Saat Imlek, mereka biasa datang ke Kelenteng dengan pakaian yang rapi," kata Asti. 

Kamera Saat memotret, Asti tidak pernah menggunakan flash. "Karena flash nanti bisa mengganggu mereka yang sedang bersembahyang," ungkapnya. Selain itu, Asti juga menyarankan sebaiknya tidak menggunakan tripod karena bisa mengganggu orang yang berlalu-lalang.

Saat Masuk Pengunjung bisa saja langsung masuk ke dalam. Namun Asti biasanya tidak langsung masuk. Ia akan berdiri di depan dan lihat-lihat terlebih dahulu. Jika ada penjaga, ia akan menyapa dan meminta izin untuk masuk. "Sebaiknya tanyakan saja dulu. Tapi mereka biasanya sangat ramah-ramah," jelasnya. Ia mengingatkan untuk terlihat terlalu mencolok, tetapi usahakan untuk melihat situasi dan berbaur. 

Ritual Salah satu ritual di dalam Kelenteng adalah membakar hio. Jika Anda ingin ikut membakar hio bisa saja. "Saya setiap datang ke Kelenteng ikut bakar hio," ceritanya. Bahkan kadang ia pun diminta ikut berdoa di altar sesuai agamanya. Asti juga menyarankan jika ada kotak sumbangan di Kelenteng tersebut, tak ada salahnya Anda ikut memberikan sedikit uang. 

Altar Jangan berjalan membelakangi altar terutama jika Anda berada di jarak yang dekat. Hal yang sama juga berlaku di depan orang sembahyang. Berjalanlah memutar dan jangan melintas di depan orang yang sedang sembahyang. "Jangan iseng ambil barang yang di altar atau di area Kelenteng," kata Asti. Apalagi kalau sampai mengambil sesaji yang dihaturkan saat sembahyang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar